Sabtu, 25 Desember 2010

Budak HAMBA belanda


Jerit mengguncang wahana
Budak makan cacing

Hamba belanda seperti kucing kelaparan
Tengah langkah berupaya hidup
Tanah tandus tempat hidupnya

Bangun tembak
Mati senang

Hai SETAN kenap tertawa?


Apakah ini neraka dunia
Apakah ini penjara tuhan


Budak membangun senjata
Hamba belanda bunuh diri
Anjing-anjing pun tertawa
Hamba belanda tak berani bicara
Sorak-sorak gaduh
Tempat hambahnya berteduh leluh

Budak hamba belanda bersujud
Menangis kelewat malam
Bertemu sang bulan
Budak nampak gagah
Pasukan anjing gerah
Budak sekarang merenung

Tuhan bertanya/matahari menjawab
Tuhan bertanya/bulan mengerti

Budak hamba melingkari hari buta

Nyalakan jati dirimu
Padamkan kebodohanmu
Lepas-lepas tandas emosimu
Biar-biarlah tuhan menjamu
Budak mengadu kepada tuhan

Tuhan apakah kau tuli??

Tuhan hamba menyesal sungguh seluruh
Budak menyeru /menyerbu/mengebu
Budak hamba ngamuk

Pasukan anjing terus menerus tandus
Serbuan hamab tajam
Menghantam anjing gila

Budak hamba belanda menangisi saudaranya
Tersisa tubuh menjajar dipadang reruntuhan manusia
Tempat makam hamba mengeluh

Bangun tembak
Mati senang

Jumat, 24 Desember 2010



di akhir zaman ini, banyak fitnah/cobaan, jadi agar bisa mengatasinya, kita perlu Bersegera dalam perbanyak beramal Shalih, karena akan banyak fitnah/cobaan, pagi mukmin sore kafir dan sebaliknya,
Fitnahnya berupa :

* Syahwat pada perempuan,
* jabatan,
* kekayaan secara tanpa kendali n berlebihan


Pembaca yang Budiman

Ketika Nabi Sebelum Isra Mi�raj Nabi mendapat fitnah/cobaan berat, orang orang dekat wafat, dakwah makin berat, dengan demikian Nabi mendapat rihlah berupa Isra Mi�raj dari Allah SWT.


Ujian keimanan dengan peristiwa Isra Mi�raj yaitu Dengan memperbanyak Amal Shalih


termasuk mendengar taklim shubuh ini juga.

Bahkan bila kita di perjalanan menemukan duri, lalu Membuang duri/penghalang jalan, maka terhitung amal shalih.


amal amal shalih itu Lebih penting daripada harta, tahta wanita


sabda nabi:

"cintai apa/siapa saja yg kau cintai , tapi ingat kau akan berpisah dengannya"


Maka dari itu berdoalah sesering mungkin dengan doa

"ya Allah yg membolak balik hati

jadikan hati kami atas namaMU ya Allah"


contohnya:

ada orang terkenal yg tadinya berjilbab kini membuka jilbab hanya karena bercerai


contoh berikutnya :

akan ada Ustadz di Neraka karena berkata tetapi tidak mengerjakan apa yg dikatakan


naudzubillahimindzalik


sehingga muslimin perlu berusaha bersungguh-sungguh dalam beristiqamah.


salah satu cara nya

jadilah muslim soleh pribadi dan muslih (membuat/mengajak org dekat/org lain menjadi sholih)


dengan diawali niat ikhlas dan doa-doa

* berdoa agar doa-doa kita diterima.
* berlindung dr ilmu yg tak bermanfaat (cirinya ilmu untuk hanya utk diri sendiri saja dan, tak berkembang)
* berlindung dr hati yg tak khusyu
* berlindung dari nafsu syahwat yg tak pernah puas
* berlindung dari doa yg tak didengar


ringkasan pembicara Ust Abduh dan Ust Azzam SPd

Al Furqan 26 Rajab 1430/19 Juli 2009

Tetap update tulisan dari Mr Anas Ayahara di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

JAHILIAH DI ABAD MODEREN

Assalammu’alaikum waramatuhllahi wabarakahtuh

Bismilahirohmanirohim
Setengah orang menyangka bahawa kemajuan yang telah dicapai umat manusia sekarang ini, yang begitu canggih, mengagumkan itulah tujuan daripada hidup. Itulah matlamat yang akan dicapai oleh setiap orang. Tidak ada lagi perhentian atau persinggahan di balik itu. Jika telah tercapai kemajuan dan kelengakapan hidup sempurnalah kemanusian kita. Kerana kata meraka; BUKANKAH KEMAJUAN SAAT INI CUKUP CEPAT DAN DAPAT CEPAT DAN DAPAT MEMENUHI SEGALA KEPERLUAN HIDUP?

Hidup zaman moden, serba maju, serba cepat, serba technology, tetapi juga serba gelisah, serta tidak ada pegangan dan serba diliputi oleh rasa takut. Kesenangan hidup moden hanya nampak pada “KULIT”, namun jauh di dasar HATI manusianya penuh dengan KERESAHAN. Kebanyakannya bersembunyi di balik kemewahan dunia yang serba TIDAK KEKAL ini.

JIKA zaman jahiliah dulu, ketika kebodohan di bidang AKHLAK dan JIWA TAUHID, atau ketika manusia ramai yang senang berbuat kemaksaitan dan kezaliman akan nampak dengan jelas dan terang didepan mata. Namum jahiliah di zaman moden sekarang ini bahkan lebih dahysat lagi jika dibandingkan dengan dahulu. Umpamanya ketika di zaman Firaun, jika dari kaum Bani Israel ada yang melahirkan anak lelaki mereak bunuh hidup-hidup. Kemudian di zaman sebelum kelahiran Nabi Muhammad S.A.W., jika anak perempuan yang lahir juga akan dibunuh. Tapi sekarang ini, malah lebih zalim lagi dari zaman yang terdahulu. Sebelum bayi lahir, belum tahu apakah lelaki maupun perempuan, malah ketika masih dalam kandungan lagi bayi tersebut ada yang sudah dibunuh, digugurkan lantaran takut malu atas perbuatan penzinaan yang dilakukan(Nau’zubillah).

Kebudayaan saat ini, mengajar kepada manusia bagaimana hendak hidup. Tetapi dia tidak mampu menerangkan kenapa manusia itu hidup, dan apakah hikmah dari kehadiran manusia hidup didunia ini. Mereka hanya mencari kesenangan hidup menurut cara mereka sendiri. Mungkin dengan mencuri, berjudi, membuat kezaliman dan lain-lain lagi. Jika dulu orang mencuri dengan cara sembunyi-sembunyi, tetapi sekarang kebanyakannya mencuri dengan terang-terang di depan mata. Mereka mencuri dengan cara ‘ RIBA, RASUAH, MENERIMA SOGOKKAN dan lain –lain lagi. Mereka berjudi di depan khalayak ramai. Dengan tidak segan-segan menunjukkan kepada orang lain, dengan harapan agar orang lain dapat mengikut serta melakukkan perjudian tersebut.

Sekarang ini juga dapat kita lihat kezaliman dilakukan dengan terang-terang. Kadangkala pembunuh sendiri tak tahu mengapa dia membunuh. Lantaran perkara kecil sanggup menghilangkan nyawa orang lain dengan cara penganiayaan dan sebagainya. Kezaliman pada zaman moden ini jauh lebih canggih pada zaman jahiliyah dulu. Jika dulu orang membunuh anak perempuan setelah mereka berumur enam tahun, namun sekarag peperangan tidak mengenal apakah anak kecil atau bayi semuanya dibunuh secara kejam.

JAHILIAH di abad moden sekarang ini jauh lebih kejam dibandingkan jahiliah ketika sebelum Nabi Muhammad S.A.W., Cuma saja kezaliman ketika ini direka bentuk dengan cara yang canggih, sehingga seakan-akan tidak nampak, akibat tertutup oleh TIPU DAYA manusia itu sendiri. Kejadian-kejadian itu sebagai suatu gambaran bahawa JIWA yang hidup dikurun ini, KEBANYAKANNYA JIWA yang KOSONG dari NILAI-NILAI KEAGAMAAN. Mereka jauh dari KONSEP ajaran yang telah diberikan oleh Allah S.W.T.

KEHIDUPAN umat islam banyak mengambil cara barat yang lebih mementingkan kehidupan material, tanpa memperhitungkan bahawa JIWA juga perlu DIISI dengan AGAMA. Kehidupan yang serba bebas dari segi hubungan social dan pegaulan. Tanpa memperhitungkan nilai hala dan haram lagi.

Di DALAM ISLAM segala aspek, kehidupan telah diatur dengan lengkap kerana sesungguhnya Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek dari KEHIDUPAN umat manusia. Tinggal sejauh mana umat Islam itu senediri mahu menjadikan Islam sebagai CARA HIDUP mereka.

Jika masa silam dari kehidupan yang kita lalui diwarnai dengan berbagai corak DOSA dan NODA, ada baiknya kita berhijrah, dari alam yang penuh kesalahan dan dosa-dosa kepada alam kehidupan yang baru, yang lebih baik. Kehidupan yang dituntut sesuai dengan ajaran Islam, yang mendapat keberkatan dan keredhaan Allah S.W.T. sekaligus dapat MENGHIRUP KEDAMAIAN JIWA.

IMAN DAN KETENGAN JIWA

DALAM kehidupan bermasyarakat, akan dijumpai suatu hal yang berlawanan. Misalnya ada orang miskin, nampaknya serba kekurangan dan menderita, tetapi hidup mereka tenang, bergembira dan bahagia. Ada orang yang kaya, serba mewah, berilmu pengetahuan dan sebagainya, tapi hidupnya resah, cemas dan selalu merasa tidak puas.

BAHkan kadangkala orang kaya itu, hidup dalam keresahan dan mengganggu ketenangan orang lain, kerana mereka ingin menjadi lebih kaya lagi, sehingga menghalalkan berbagai cara. Bageitu juga pangkat dan jawatan tinggi tidak menjamin seseorang merasa bahagia, jika mereka tidak beriman. Malahan dengan jawatannya itu ia merasa resah dan gelisah, kerana takut akan digantikan oleh orang lain dan sebagainya.

Nampaknya sesuatu yang kita miliki, jika tidak diterima dengan keimanan dan jiwa yang bersih hanya akan membuat diri kita menjadi keluh-kesah. Kita harus menyedari bahawa tidak selamanya orang mampu menghdapi kesukaran yang menimpanya, dan tidak selamanya pula orang berhasil mencapai tujuannya dengan baik. Begitu pula tidak semua orang dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang tidak disukai.

Sebagai seorang muslmim, seharusnya kita tidak merasa marah, gelisah serta menyalahkan orang lain jika kita dihadapi dengan berbagai masalah. Hendaknya dihadapi dengan tenang dan jiwa yang bersih. Keperibadian yang luhur dan jiwa yang sihat sahajalah yang dapat menghadapi dengan tabah. Keperibadian yang mempunyai ROH AGAMA dan KEIMANAN yang kuta, akan mampu menghadapi setiap masalah yang datang menimpanya. Ia akan menyerahkan sesuatu dengan ukuran IMAN yang ada dalam JIWAnya. Tidak berkeluh kesah dan kecewa seperti yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai ROH AGAMA dan BUDI PEKERTI yang LUHUR.

Unsur yang penting dalam mencapai ketenangan jiwa adalah IMAN yang murni kemudian menjadi suatu AMALIAH dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam Islam, IMAN merupakan unsur ASAS yang menjadi penggerak segala aktiviti kehidupan yang sempurna. Seperti PENGGERAK SIKAP, UCAPAN, TINDAKKAN, PENGHILATAN, PENDENGARAN dan PERBUATAN. Tanpa penggerak yang baik, maka akan membuat diri seseorang merasa cemas dan selalu disertai dengan PENYESALAN yang BERTERUSAN, akhibat TERGANGGU KETENANGAN jiwa seseorang.

JIKA dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari, maka yang selalu kita fikirkan adalah bagaimana mencari KESENANGAN hidup dengan mengumpulkan wang dan harta kekayaan. Tergantung kepada tingkat ekonomi kita, jika berasal ekonomi yang rendah dan kemahiran yang rendah, maka kita mendapat hasil yang rendah dan begitu juga sebaliknya jika mempunyai kemahiran dan modal yang banyak, maka kita akan memperolehi hasil lebih. Kemudian kita bekerja dengan mengabadikan tenaga dan kemahiran yang kita miliki untuk memenuhi keperluan kita. Kadangkala hingga kita lupa akan KEPERLUAN JIWA KITA, dan akan terasalah bahawa yang paling akhir kita fikirkan adalah diri kita sendiri.

DALAM diri seseorang, yang menjadi pengerak utama dalam sikap dan tindakan bukan sahaja AKAL FIKIRAN semata, akan tetapi JIWA juga TURUT TUNDUK kepada FIKIRAN KITA, bahkan selalu terjadi sebaliknya, fikiran selalu TUNDUK kepada JIWA atau PERASAAN.

KESEIMBANGAN antara PENGGUNAAN FIKIRAN dan JIWA akan membuat seseorang itu menjadi HARMONI dan MATANG. Keseimbangan antara PEMIKIRAN dan JIWA, HENDAKLAH di ISI dengan NILAI-NILAI KEIMANAN. DALAM ISLAM keimanan merupakan PENGGERAK dalam DIRI KITA kepada KETENAGAN dan KESEHATAN JIWA. Hanya KEBENARAN sahaja yang membawa seseorang bahagia HIDUP di DUNIA dan AKHIRAT.

Semoga bahan ini bermanfaat bagi kita semua dalam menghadapi dugaan dan senantiasa menghiasi peribadi dengan sifat kesabaran.

Insya-Allah

Wassalam
Prev: Ayat al-Kursi tattoo on a woman's back - Innalillahi waInaIlayhiRajiun
Next: Love Your Parents

Zaman Kehancuran

Maasyiral Muslimin Rahimakumullahu!Zaman sekarang ini memang merupakan zaman yg penuh dgn tantangan ujian dan cobaan. Terutama bagi siapa saja yg telah mengikrarkan kalimat syahadat yg ridha Allah sebagai Rabbnya ridha dgn Muhammad saw sebagai rasul dan nabinya dan ridha dgn Islam sebagai tuntunan hidup di dunia fana ini. Dahulu ketika zaman tabi’in kaum muslimin mendambakan kehidupan yg seperti zaman Nabi saw dan para sahabatnya mereka mendambaakan kehidupan yg damai bersama Rasulullah dan para sahabatnya ra. Begitu juga setelah para tabi’in wafat maka pengikut tabi’in juga mendambakan kehidupan zaman Nabi saw dgn para sahabatnya ra dan juga kehiduupan zaman tabi’in. Hal ini wajar krn faktor keimanan dan ketakwaan mereka sehingga kehidupan pada zamannya yg penuh dgn fitnah dan perpecahan menjadikan mereka rindu dgn kehidupan pada zaman Rasulullah saw sahabat-sahabatnya serta tabi’in. Hal ini memang telah dinyatakan oleh Nabi saw dalam salah satu hadis yg diriwayatkan dari Imran bin Husain ra katanya Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya yg terbaik dari kalangan kamu ialah yg sezaman denganku kemudian orang yg hidup setelahku setelah itu orang yg hidup setelah mereka. Imran berkata ‘Aku tidak mengetahui mengapa Rasulullah saw menyebut setelah kurunnya sebanyak dua atau tiga kali. Setelah itu datang satu kaum yg di minta memberi penyaksiaan tetapi tidak diminta penyaksian yg berkhianat sehingga tidak boleh dipercayai yg suka bernazar tetapi tidak melaksanakannya dan suka akan kemewahaan.” . Zaman kita hidup sekarang ini telah jauh beribu tahun dari zaman ketika Rasulullah saw dan para sahabat ra serta tabiin juga tabiuttabi’iin. Rasulullah saw telah menggambarkan ciri-ciri manusianya watak dan sepak terjang kebanyakan mereka sebagaimana yg dinyatakan dalam hadis di atas

Bersaksi terhadap sesuatu padahal tidak diminta utk bersaksi.

Berkhianat dan tak dapat dipercaya.

Suka bernazar tetapi tak dilaksanakan.

Suka kemewahan. Bersaksi terhadap Sesuatu padahal Tidak Diminta utk Bersaksi Berapa banyak kasus-kasus pengadilan yg menghadirkan saksi-saksi palsu sehingga menyeret orang tidak bersalah ke penjara krn permintaan penguasa tertentu suatu negri. Kita tidak perlu menyebut kasus satu per satu tetapi kalau kita cermati dalam media dan berita-berita yg ada dari beribu-ribu kasus yg ada baik di negri kita maupun di beberapa negara fenomena ini menunjukkan betapa banyaknya saksi-saksi bayaran atau saksi palsu utk menjebloskan orang tertentu ke dalam penjara. Berkhianat dan Tak Dapat Dipercaya Budaya khianat sudah menjadi suatu yg sangat ngetrend sekarang ini dan ini telah melanda di seluruh lapisan masyarakat. Yang paling parah dan berbahaya adl di kalangan elit politik hakim atau kalangan agama. Sifat khianat yg dilakukan oleh mereka dampaknya lbh besar dari pada rakyat kecil. Maka tidak heran kalau kita melihat di Indonesia sudah sekian banyak presiden yg terpilih dan hampir semuanya terlibat kasus penghkhianatan amanat rakyat. Kalau pemimpin negara saja sudah terlibat kasus-kasus tidak heran melanda elit politik yg lain. Fenomena seorang pejabat menjadi narapidana setelah lengser dari jabatannya menjadi hal yg biasa. Demikian juga apabila sifat khianat ini melekat dalam diri kalangan agama maka bahayanya sangat besar bagi umatnya. “Hai orang-orang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yg dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui.” . Suka Bernazar tetapi Tak Dilaksanakan Dalam keadaan susah atau sakit atau miskin memang kadang manusia lbh dekat dgn Allah sehingga kadang mudah mengucapkan nazar akan berbuat seuatu apabila kesusahan tersebut telah lepas. Namun dalam keadaan kesusahan dan penderitaan telah lepas banyak nazar-nazar yg terlupakan. Hal ini memang tergantung sejauh mana keimanan dan ketakwaan orang tersebut pada Allah sehingga nazar yg telah diucapkan merupakan hutang yg harus dibayar pada Allah selama nazarnya tidak bertentangan dgn syariat Allah. Padahal Rasulullah saw dan para sahabtanya sangat memperhatikan hal ini sebagaimana yg digambarkan dalam hadis ini diriwayatkan dari Ibnu Umar ra katanya “Sesungguhnya Umar bin al-Khattab pernah berkata ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya aku pernah bernazar pada zaman jahiliah utk beriktikaf satu malam di Masjidil Haram’. Kemudian Baginda bersabda ‘Tunaikanlah nazarmu itu’.” . Bayangkan nazar yg diucapkan pada zaman jahiliyah saja bila hal itu tak bertentangan dgn syariat harus dilaksanakan. Seharusnya kita introspeksi diri apa saja nazar kita yg belum kita tunaikan juga para pemimpin Islam dalam perjuangannya apa nazar mereka yg belum terlaksana. Para pemimpin partai politik Islam dan segala lapisan marilah kita ingat-ingat apakah nazar kita sudah kita laksanakan. Suka Kemewahan Fenomena ini sudah menjadi budaya yg mendarah daging yg melanda segala lapisan masyarakat dan sangat dahsyat pengaruhnya pada perjalanan kehidupan manusia saat ini. Kemewahan yg sudah mengarah pada pemborosan dan mubazir yg menjadikan kebuasan suasana dalam mencari penghidupan. Kemewahan adl suatu ajang perlombaan yg menjadi kesepakatan umum secara tak langsung. Sehingga tuntutan hidup mewah ini memabawa seorang mudah terjerumus pada perbuatan yg tidak terpuji KKN pemerasan penipuan dll. Kekayaan dunia yg berlimpah ruah ini sebenarnya sangat berlebih utk jumlah manusia yg hidup dipermukaannya. Yang menjadikan adanya sekelompok manusia kelaparan mati busung lapar kemiskinan dan kepapaan adl mereka -mereka yg hidup boros mewah dan serakah serta tak mau peduli dgn keadaan sekitarnya.Sekian semoga berrmanfaat. Al-Islam - Pusat Informasi dan komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Wow…Budaya Aneh, Tes Keprawanan Bersertifikat di Depan Umum!!!

Karena aturan adat, gadis-gadis afrika ini harus melalui ujian tes keprawanan yang bersertifikat. Tapi prosesnya cukup aneh, karena harus dilakukan di depan umum dan disaksikan orang banyak.






































Selamat anda lulus!!!








Sertifikatnya dijaga baik-baik untuk bekal pernikahan. Jika saja yang ikut tes cantik-cantik, kemungkinan besar tidak lulus kali ya???

Kamis, 23 Desember 2010

..Keajaiban Manusia Akhir Zaman...

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :












Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.








sumber : http://www.eramuslim.com//berita/dunia/keajaiban-manusia-akhir-zaman.htm
Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.










Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.








Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.









Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.








Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.








Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.









Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.









Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.








Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.









Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.









Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.










Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.








Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.









Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.








Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.











Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.









Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.








Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.











Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .








Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.








Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.









Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.









Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.
Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an….(fj)

TAMPILAN SEKSI DEWI PERSIK JUGA DISUKAI ANAK ANAK

Ternyata tampilan seksi dewi persik juga disukai anak anak, hal ini tampak tatkala dewi persik tampil mengisi acara Bintang Armada Peduli di Shinta International Restaurant, Banjarmasin. Tidak heran, Dewi persik sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang seksi dan vulgar, mulai penampilannya yang selaluseksi hingga kasus foto kontroversi dewi persik yang berpose setengah Bugil.











TAMPILAN SEKSI DEWI PERSIK JUGA DISUKAI ANAK ANAK

TAMPILAN SEKSI DEWI PERSIK JUGA DISUKAI ANAK ANAK

Lalu kenapa tampilan seksi dewi persik juga disukai anak anak? Tidak tahu kenapa, apakah anak anak ini memang sengaja dilepas sama orang tuanya pada saat acar tersebut atau memang aura seksi janda saiful jamil ini yang mempengaruhi anak anak...coba lihat foto foto seksi dewi persik saat dikerubungi sama anak anak berikut ini :















TAMPILAN SEKSI DEWI PERSIK JUGA DISUKAI ANAK ANAK

TAMPILAN SEKSI DEWI PERSIK JUGA DISUKAI ANAK ANAK

Dengan pedenya sambil menggunakan baju ala kadarnya depe tak lagi segan berpenampilan seksi di hadapan anak di bawah umur. Tak lupa dia juga mempertontonkan goyangan gergajinya. Dan setiap gerakannya pun direkam anak-anak tersebut.

Walah..rusak..rusak..
[www.marketingsyariah.com][banjarmasinpost.co.id/tribunnews]